Dalam rangka menyukseskan proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende menggelar kegiatan Debat Publik dan Penyampaian Motto Calon Ketua dan Wakil BEM-BLM Periode 2026/2027 pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Aula Mgr. Donatus Djogom, SVD, kampus STIPAR Ende. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan demokratis ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat visi, misi, serta komitmen para calon pemimpin mereka. Kegiatan ini juga didampingi secara langsung oleh Kepala Unit Kemahasiswaan, Dr. Remigius Misa, dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge, yang turut memberikan arahan dan memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan inspiratif.
Kegiatan dibuka dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Himne STIPAR Ende. Sambutan disampaikan oleh Ketua BLM selaku Ketua Panitia Pemilu, serta Kepala Unit Kemahasiswaan/Wakil Ketua III yang menekankan pentingnya integritas dan semangat pelayanan dalam kepemimpinan mahasiswa. Inti acara adalah debat visi-misi dan penyampaian motto dari ketiga pasangan calon (paslon) BEM dan BLM. Hedwin Pati selaku moderator memandu jalannya debat dengan mekanisme yang telah ditetapkan, memastikan setiap paslon memiliki kesempatan yang adil untuk menyampaikan gagasan, berargumentasi, serta memberikan tanggapan konstruktif. Kehadiran Dr. Remigius Misa dan Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge sejak awal hingga akhir acara menunjukkan komitmen kuat pihak institusi dalam mendukung proses demokrasi kampus yang sehat dan berkualitas.
Ketiga pasangan calon BEM hadir dengan gagasan yang inspiratif dan berorientasi pada pelayanan. Paslon 01 Alfianus Ruba dan Yuliana Martina Mi mengusung visi "Terwujudnya BEM sebagai episentrum sinergi mahasiswa yang aktif, transparan, dan berintegritas, dalam mewadahi potensi serta menjadi muara aspirasi guna menghadirkan perubahan nyata dan harmoni kehidupan kampus." Misi mereka mencakup pembangunan tata kelola BEM yang profesional dan akuntabel, penguatan komunikasi aspiratif dengan mahasiswa, kolaborasi inklusif antar elemen kampus, inisiasi program kerja inovatif, serta penciptaan ekosistem kampus yang harmonis dan suportif. Sementara itu, Paslon 02 Maria Ernesta Mbe'o Leta dan Eduardus Hordosius Juang mengusung visi mewujudkan BEM sebagai wadah pelayanan yang berintegritas, aktif, peduli, dan bermanfaat. Misi mereka berfokus pada internalisasi nilai-nilai Kristiani yang inklusif, pengembangan program seni, olahraga, dan kreativitas, keteladanan dalam kedisiplinan, penguatan solidaritas mahasiswa, serta pengamalan budaya ramah lingkungan di kampus. Adapun Paslon 03 Emerensiana Koja dan Heronimus Nge'a berkomitmen mewujudkan BEM STIPAR Ende sebagai organisasi yang aktif, aspiratif, terbuka, dan bertanggung jawab. Visi mereka dijabarkan dalam misi-misi konkret seperti penyaluran aspirasi yang transparan, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan, pembangunan hubungan harmonis antar sivitas akademika, pengembangan program kerja kreatif, penanaman nilai kepemimpinan dan integritas, serta penguatan kesadaran ekologis melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
Selain paslon BEM, ketiga pasangan calon Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) juga menyampaikan motto dan komitmen mereka. BLM periode mendatang diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan aspirasi secara seimbang, serta menjadi mitra kritis yang membangun bagi eksekutif mahasiswa. Untuk menjaga kualitas dan etika diskusi, Panitia Pemilu menetapkan tata tertib debat yang ketat, antara lain pelaksanaan debat secara terbuka dan adil, penggunaan bahasa sopan tanpa serangan pribadi, penghargaan terhadap waktu bicara lawan, serta sanksi tegas berupa teguran hingga diskualifikasi bagi pelanggar. Setiap paslon mendapat waktu yang setara untuk penyampaian visi-misi, sesi tanya-jawab silang, dan tanggapan, dengan moderator yang memastikan jalannya acara tetap tertib dan produktif. Sesi pertanyaan juga dibuka bagi perwakilan dosen dan audiens mahasiswa sebagai bentuk partisipasi aktif sivitas akademika dalam proses demokrasi kampus.
Kegiatan ditutup dengan penegasan dari Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge selaku Wakil Ketua III yang mengajak seluruh mahasiswa untuk menggunakan hak pilih secara bijak. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa momen demokrasi ini merupakan kesempatan belajar bagi para mahasiswa untuk menumbuhkan semangat akademis-intelektual. Melalui debat publik, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk menyampaikan gagasan secara sistematis, tetapi juga diasah kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun argumen yang berdasar pada nilai-nilai keilmuan serta kepedulian terhadap kemajuan bersama. Doa penutup pun mengukuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan yang menjadi roh kepemimpinan mahasiswa di STIPAR Ende.
Pemilihan BEM-BLM yang akan berlangsung pada 30 April 2026 hendaknya dipandang sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas, kritis, dan berorientasi pada pelayanan. Seluruh sivitas akademika diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui saluran resmi STIPAR Ende dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan demokrasi kampus yang sehat, berkualitas, dan bermakna bagi masa depan bersama. (Anselmus DW Atasoge).
Tulis Komentar